![]() |
| Doc. Masyarakat Bumiayu |
Proses pendampingan medis dan penggalangan dana yang diinisiasi oleh warga ini berlangsung sejak Mei hingga September 2026 telah dituntaskan.
Berawal dari Kendala BPJS dan Inisiatif Desa
Gerakan kemanusiaan ini dipicu oleh kendala administrasi kependudukan yang membuat pasien belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Bumiayu, Agus Wiyono, S.Sos., menggelar musyawarah desa pada 5 Mei 2026.
Hasil musyawarah tersebut menyepakati pembentukan LSD Bumiayu Peduli. Tanpa menunda waktu, para relawan langsung bergerak menggalang donasi secara door-to-door di seluruh lingkungan Desa Bumiayu.
Tantangan Medis dan Pengalihan Lokasi Perawatan
Berbekal dana swadaya warga, tim relawan sempat membawa pasien ke RSGM UNAIR Surabaya untuk menjalani pemeriksaan sejak 7 Mei 2026. Namun, tindakan operasi yang direncanakan pada pertengahan Mei terpaksa ditunda akibat kondisi fisik pasien yang memburuk karena batuk dan penurunan berat badan.
Mengingat jarak Blitar–Surabaya yang cukup jauh serta risiko kesehatan pasien, pengurus LSD Bumiayu Peduli melakukan evaluasi pada 5 Juni 2026.
Lembaga memutuskan memindahkan opsi rujukan ke rumah sakit terdekat di Blitar guna menjaga stabilitas fisik anak sekaligus menghemat biaya operasional.
Sukses Operasi di RSU Aminah Blitar
Penjajakan tim relawan membuahkan hasil manis ketika RSU Aminah Blitar menyatakan kesiapannya membantu pada 7 Juni 2026. Setelah melewati tahapan screening, penyiapan berkas klinis, serta pemantauan kondisi kesehatan di Polindes Bumiayu, jadwal penanganan medis pun disepakati.
Pada 29 Agustus 2026, Syakilla sukses menjalani operasi bedah mulut selama empat jam di RSU Aminah Blitar dengan pendampingan penuh dari para relawan. Hasil kontrol pasca operasi pada 2 dan 12 September 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskan dan proses pemulihan berjalan optimal.
Bukti Kekuatan Solidaritas Warga
Mewakili pengurus dan relawan, Kamituwo Desa Bumiayu, Bapak Lasipun, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemdes Bumiayu, tim medis RSGM UNAIR, RSU Aminah Blitar, serta seluruh warga yang telah berdonasi.
"Melalui satu kasus ini telah terbukti bahwa ketika masyarakat bersatu, berkomunikasi, bergotong royong, dan saling peduli, sebuah harapan dapat diwujudkan. Gerakan ini menjadi pembelajaran bahwa persoalan sosial tidak selalu harus menunggu datangnya bantuan, terkadang masyarakat perlu berani mengambil langkah pertama," Bapak Lasipun (Kamituwo)
Kisah dari Desa Bumiayu ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lokal dan transparansi pengelolaan dana mampu menjadi solusi konkret bagi masalah kemanusiaan di tingkat desa.
![]() |
| Doc. Kondisi Apilliya Syakilla |
![]() |
| Doc. Relawan LSD Bumiayu |



0 Komentar