Melihat kasus-kasus yang marak terjadi baru-baru ini, tentunya kita sebagai calon orang tua memiliki kekhawatiran tentang keberlangsungan hidup anak-anak kita kelak. Untuk menyingkirkan kekhawatiran itu, hendaknya kita harus bisa menciptakan ruang aman dan nyaman untuk anak-anak kita.
Pada diskusi kali ini, Kamisama membahas mengenai bagaimana cara membangun ruang aman bagi anak dengan pemantik 1 Ubaid Dimas Romandhan selaku Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Laun dan pemantik 2 Nur Halimah selaku Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat Bongkar, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Muslihuun.
Membangun ruang aman bagi anak tentu sangatlah penting, dilihat dari maraknya kasus baru-baru ini yang mencatat terdapat 116 kasus bunuh diri pada anak pada tahun 2023-2026 yang disebabkan oleh depresi maupun frustasi yang dilatarbelakangi oleh lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ubaid mengatakan "kasus-kasus bunuh diri yang terjadi pada anak, merupakan salah satu akibat dari tidak adanya ruang aman bagi anak. Anak terlalu dituntut oleh orang tua tanpa adanya apreasiasi dapat membuat anak merasa tertekan dan kurang kasih sayang."
"Salah satu cara membangun ruang aman bagi anak adalah dengan menerapkan stimulus berupa love language (bahasa cinta) di lingkungan keluarga, anak yang tangki cintanya terpenuhi oleh orang tuanya, akan merasa bahwa dirinya sangat diperhatikan dan penuh kasih sayang, sehingga juga dapat menciptakan kondisi mental yang aman" imbuhnya.
Halimah juga berpendapat bahwa "membangun ruang aman bagi anak sangatlah penting, karena anak merupakan investasi bangsa. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk membangun ruang aman bagi anak diantaranya yaitu, dapat menjadi teman dekat untuk anak, menjadi pendengar yang baik sehingga dapat membangun hubungan emosional yang baik antara orang tua dan anak".
"Selain itu, kita juga perlu membangun lingkungan keluarga yang baik, serta lingkungan masyarakat dan pertemanan yang sehat, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena dengan adanya lingkungan yang mendukung, proses membangun ruang aman bagi anak juga dapat mudah tercapai" imbuhnya.
Salah satu audience yaitu Fashihudin menambahkan "membangun ruang aman bagi anak, dapat diwujudkan melalui pembangunan keluarga yang harmonis, penanaman nilai-nilai moral sejak dini, dan pengakuan atas pencapaian anak".
Sumber: https://share.google/H2yby1E7BnViMMzwO

0 Komentar