DISKUSI TEMATIK DAN ROUND TABLE

 


LPM_Laun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Muslihuun Tlogo Blitar bersama Kami-sama Institut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Bongkar, Himpunan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (HMP PBA) STIT Al-Muslihuun, dan Sekolah Filsafat Jalanan (SFJ) melaksanakan diskusi tematik dan round table dengan tema Kekerasan Seksual dan Bullying yang dilaksanakan di Pantai Pasetran Gondo Mayit, Tambakrejo pada Sabtu, 15 November 2025. 

Diskusi yang dihadiri oleh perwakilan pengurus BEM STIT Al-Muslihuun, founder Kami-sama Institut, Pengurus PMII Komisariat Bongkar, dan para mahasiswa STIT Al-Muslihuun ini dipantik oleh Zaka Ali Ridho selaku ketua BEM, M.Faras Afifi founder Kami-sama, Muhammad Fashihudin Ketua Komisariat PMII Bongkar, dan Farhan Shohibul Bendahara Umum SFJ Jatim sebagai moderator.

Pemantik pertama, Muhammad Fashihudin menceritakan tentang pengalamannya sebagai korban bullying yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kasus pelecehan seksual yang banyak terjadi baru-baru ini. 

Sebelum membahas lebih dalam, Zaka menjelaskan tentang kekerasan yang dimana itu meliputi beberapa tindakan berupa cat calling, pelecehan verbal, pelecehan nama baik dan lain sebagainya. Pelecehan seksual tidak hanya terjadi antar lain jenis, melainkan bisa juga sesama jenis.

Menurut Arina, selaku perwakilan mahasiswi yang ikut serta dalam diskusi tersebut berpendapat bahwa alasan perempuan sering dijadikan objek kekerasan "Karena mungkin perempuan memiliki daya tarik dalam dirinya, entah itu dari tubuh, maupun dari auranya yang mampu membangkat nafsu laki-laki" ucapnya.

Berbanding terbalik dengan Ubaid, salah satu perwakilan mahasiswa yang berpendapat bahwa "Tidak semua perempuan bisa menjadi sasaran empuk dari pelecehan seksual atau kekerasan seksual" 

"Seperti pada film pendek yang disutradarai oleh Gugun Arif berjudul Tinah Buys Cigarettes yang mengisahkan tentang seorang istri yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya, singkat cerita dia disuruh untuk membeli rokok oleh suaminya yang kemudian dikejar oleh klitih sampai depan rumahnya. Suami Tinah di serang oleh para klitih dan tidak bisa melawannya. Hal tersebut membuat Tinah bangkit dan melawan balik klitih tersebut sampai K.O, suami Tinah yang sebelumnya melakukan KDRT tiba-tiba tunduk kepada Tinah. Film pendek ini menjadi bukti bahwa perempuan juga bisa melawan kekerasan yang menimpa dirinya" imbuhnya.


By : Silmi Jaziroh

Edit: Ubaid Dimas Romandhan 

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement