Belajar Tak Harus di Kelas: Refleksi Outing Class Mahasiswa STIT Al-Muslihuun

 

Doc. Potret Kelas A dan B semester 4 bersama dosen pengampu

Outing class yang dilakukan mahasiswa STIT Al-Muslihuun Tlogo Blitar pada Senin, 4 Mei 2026 di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno merupakan langkah pembelajaran yang patut diapresiasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung di lapangan. Dalam konteks mata kuliah Perencanaan Pembelajaran yang diampu oleh Moh. Alqhoswatu Taufik, outing class menjadi bentuk implementasi nyata dari strategi pembelajaran inovatif yang mengedepankan keterlibatan aktif mahasiswa.

Menurut saya, kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif yang tinggi. Mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak untuk mengamati, merasakan, dan merefleksikan secara langsung objek pembelajaran. Lingkungan perpustakaan, khususnya yang memiliki nilai historis seperti Perpustakaan Proklamator Bung Karno, mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Hal ini tentu dapat menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, serta meningkatkan kesadaran historis mahasiswa.

Lebih jauh lagi, konsep outing class ini sangat relevan jika diterapkan pada jenjang pendidikan lain seperti SMA maupun MTs. Di tengah maraknya ketergantungan generasi Z dan generasi Alpha terhadap gawai, pembelajaran luar kelas dapat menjadi alternatif untuk mengurangi intensitas penggunaan teknologi secara berlebihan. Siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan nyata, sehingga proses belajar menjadi lebih hidup dan tidak monoton.

Namun demikian, pelaksanaan outing class juga tidak lepas dari tantangan. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM), baik dari sisi pendidik maupun peserta didik. Tanpa pengelolaan yang baik, kegiatan ini berpotensi disalah artikan oleh sebagian peserta hanya sebagai ajang rekreasi, healing, atau bahkan panjat sosial (pansos), sehingga tujuan pembelajaran menjadi kabur.

Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk merancang outing class secara terstruktur dan terarah. Mulai dari penentuan tujuan yang jelas, penyusunan aktivitas yang relevan, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Selain itu, perlu adanya penanaman kesadaran kepada peserta didik bahwa kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan bagian dari proses akademik yang harus diikuti dengan tanggung jawab.

Pada akhirnya, outing class merupakan inovasi pembelajaran yang efektif jika dikelola dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern yang semakin kompleks. Dengan perencanaan yang matang dan kesadaran bersama, outing class dapat menjadi jembatan antara teori dan praktik, serta membentuk karakter peserta didik yang lebih aktif, kritis, dan reflektif.


Penulis      :Ubaid Dimas Romandhan 


Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement